OKI – Sumsel
Datapos.id
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Abadi yang berada di Desa Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, diduga mengalami mati suri.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Desa Mataram Jaya kepada awak media.
Ia mengungkapkan bahwa BUMDes Artha Abadi hanya aktif dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak pertama kali didirikan.
Menurutnya, pada awal beroperasi, BUMDes tersebut menjalankan usaha di bidang penjualan kebutuhan rumah tangga serta perlengkapan pertanian, termasuk obat-obatan untuk tanaman yang dibutuhkan masyarakat setempat.
“BUMDes Artha Abadi cuma berjalan sekitar satu tahun saat pertama kali berdiri. Waktu itu menjual kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan pertanian,” ungkapnya.
Namun setelah itu, lanjutnya, aktivitas BUMDes tersebut terhenti dan hingga kini tidak lagi beroperasi. Ia menyebut, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terlebih karena dana anggaran untuk BUMDes disebut-sebut masih terus dikucurkan.
“Setelah satu tahun berjalan, sampai sekarang tutup dan tidak pernah buka lagi. Padahal, setahu kami dana anggaran tetap ada,” ujarnya.
Kondisi ini pun memunculkan harapan dari masyarakat agar pemerintah desa maupun pihak kecamatan dapat segera mengambil langkah konkret.
Warga berharap BUMDes Artha Abadi bisa kembali diaktifkan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Selain itu, masyarakat juga mendesak adanya transparansi dalam pengelolaan dana BUMDes. Mereka meminta dilakukan audit serta penyampaian laporan resmi kepada publik agar tidak menimbulkan dugaan maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa menghidupkan kembali BUMDes Artha Abadi. Kami juga meminta adanya audit dan laporan resmi kepada masyarakat terkait dana yang telah dikelola,” tegasnya.
BUMDes sendiri merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Desa Mataram Jaya maupun pengelola BUMDes Artha Abadi terkait kondisi tersebut.
(Tim red)

