Wali Murid Lapor Dugaan Kecurangan SPMB, Disdik Tanggamus Siap Turun Tangan

Tanggamus, datapos.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Gisting menuai kontroversi. Seorang wali murid menyampaikan keberatan dan menduga adanya ketidaksesuaian data jarak domisili yang diduga memengaruhi hasil seleksi penerimaan siswa baru.

Wali murid tersebut mengaku telah mendaftarkan anaknya dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, jarak rumah ke sekolah tercatat sekitar 3 kilometer, dan ia tidak melakukan perubahan apa pun pada data yang diinputkan ke sistem.

Kekecewaan muncul ketika diketahui ada calon siswa lain yang tinggal di sekitar lokasi yang sama justru dinyatakan diterima. Diduga kuat data jarak domisili calon siswa tersebut berubah menjadi sekitar 1,9 kilometer, sehingga memenuhi syarat masuk, sementara anaknya tidak.

“Saya mengisi data sesuai kenyataan. Saya tidak mengubah jarak tempuh. Kalau memang benar seperti itu, saya mohon agar persoalan ini diperiksa secara terbuka,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga merasa tidak adil karena selama ini aktif membantu masyarakat mengurus bantuan pendidikan, namun anaknya justru kehilangan kesempatan bersekolah di sekolah negeri favorit tersebut. Baginya, yang diperjuangkan adalah keadilan proses, bukan sekadar hasil akhir.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi, menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan ketat selama proses berlangsung sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, ia siap memediasi masalah ini agar dapat diselesaikan dengan baik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 1 Gisting belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan manipulasi data tersebut. Kami tetap membuka ruang bagi pihak sekolah dan instansi terkait untuk memberikan klarifikasi demi kebenaran dan keadilan bersama. (Redaksi)

error: Content is protected !!